Militer Sudan Bebaskan PM yang Sempat Ditahan Usai Kudeta

AGN – Perdana Menteri Sudan yang terguling, Abdalla Hamdok, dilepaskan oleh militer.

Kekuasaan Hamdok disingkirkan militer lewat kudeta pada awal pekan ini. Hamdok kemudian ditahan di tempat rahasia.

Setelah sehari lebih ditahan, Hamdok dan istri dibebaskan pada Selasa (26/10/2021) waktu setempat. Informasi itu diungkap beberapa sumber kepada kantor berita Associated Press.

jv0ydlsnjqohr4bgnesi.jpg

Seorang sumber Militer Sudan menyebut, usai dibebaskan Hamdok langsung menuju rumahnya di kawasan mewah di ibu kota Khartoum, Kafouri. Saat ini rumah Hamdok dijaga ketat oleh Militer Sudan.

Sebelum dibebaskan, otak kudeta Sudan Jenderal Abdel Fatah Burhan menyebut Hamdok harus ditahan demi keamanan sang PM sendiri.

“Iya kami menahan menteri dan politikus tapi tidak semua. PM berada dalam kondisi baik,” ucap Burhan sebelum Hamdok bebas.

ammvfoboc5ce1hqghtqt.jpgPengunjuk rasa berkumpul selama kudeta militer di Khartoum, Sudan, Senin (25/10). Foto: El Tayeb Siddig/REUTERS

Pernyataan Burhan dibantah kantor PM Sudan. Mereka menegaskan, penangkapan Hamdok bagian dari operasi militer.

Kantor PM Sudan turut memastikan kepala pemerintahan Sudan yang sah masih Hamdok, bukan orang lain siapa pun itu.

“Hamdok tetap kepala otoritas eksekutif yang diakui rakyat Sudan dan dunia,” ucap kantor PM Sudan.

Sesudah kudeta Jenderal Burhan membubarkan pemerintahan transisi yang berisi sipil dan militer. Aksi kudeta berujung pembubaran pemerintahan jadi pemicu kekacauan di Sudan.

Bentrok massa pro-demokrasi dan militer bahkan terjadi di beberapa kota. Akibatnya sejumlah orang warga Sudan kehilangan nyawa dan ratusan lainnya terluka.

Sumber : Kumparan

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *