Terlalu Banyak Aturan Hambat Baitul Mal Salurkan Zakat

LANGSA AGN – Wakil Walikota Dr H Marzuki Hamid MM mengatakan, terlalu banyaknya aturan, sehingga menghambat Baitul Mal dalam proses penyaluran zakat maupun infak kepada masyarakat fakir miskin khusus bantuan rumah dhuafa.
Peraturan yang dirumuskan harus mempermudahkan. Katakanlah ada program bantuan rumah dhuafa namun berbenturan dengan peraturan ditingkat provinsi sehingga pemerintah kota tidak bisa merealisasikan program ini.


Demikian ungkap, Wakil Walikota Marzuki Hamid saat membuka rapat koordinasi (rakor) Baitul Mal Aceh dalam rangka pembinaan Baitul Mal kabupaten/kota se-Aceh, Jumat (19/02) di aula Setda Kota Langsa.
Menurutnya, ketika lambat disalurkan infak kepada masyarakat, ini akan memperburuk citra Baitul Mal selaku pemerintah. Padahal peraturan yang dibuat terlalu birokratis dan rumit.


Dan oleh karena itu, ini menjadi masukan bagi komisioner dan sekretariat Baitul Mal Aceh maupun kabupaten/kota bagaimana melahirkan peraturan-peraturan yang mudah, inti dari infak adalah membantu masyarakat.
Komisioner Baitul Mal Aceh, Dr Abdul Rani Usman MSi, pada kesempatan itu mengatakan Baitul Mal sudah menjadi lembaga pemerintah oleh sebab itu lembaga tersebut harus hadir kepada umat.
Sumber zakat, kata Abdul Rani, tidak semata-mata pada ASN untuk pedagang dan perkebunan juga mendapat sentuhan karena itu perintah Allah SWT.
“Zakat itu tidak memerlukan diskusi dan seminar lagi sebab ini firman Allah SWT bagaimana zakat bisa terkumpul,” imbuh Komisioner Baitul Mal Aceh.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *