PEMA UTU Lapor Dugaan Pencemaran Lingkungan Kepada Presiden

MEULABOH AGN – Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar berkesempatan berdiskusi langsung dengan staf khusus presiden republik Indonesia Billy Mambrasar yang secara khusus berkunjung di bumi Teuku Umar, pada Rabu (17/2).
Diskusi yang berlangsung di Hotel Eva Sky tersebut berujung pada penyerahan berkas berisi surat dan data-data berkaitan dengan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang ada di Aceh Barat.
Surat dan berkas yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi tersebut diserahkan secara langsung oleh Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar, Syafyuzal Helmi kepada Stafsus millenial Presiden RI yang juga duta SDGs Billy Mambrasar.
“Seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, kami sudah menyiapkan berkas dugaan pencemaran lingkungan akibat perusahaan tambang yang terjadi di Aceh Barat yang ditujukan langsung kepada presiden RI, dan Alhamdulillah setelah berdiskusi panjang, staf khusus presiden Jokowi sudah menyampaikan respon dan berkomitmen akan membawa persoalan ini ke meja Presiden,” ucap Helmi dalam rilisnya.
Helmi mengaku, memiliki kewajiban untuk menjadi corong aspirasi masyarakat. Lantaran sejauh ini belum ada respon apapun dari perusahaan, terkait persoalan tersebut.
“Namun kami senang masalah ini kemudian direspon pemerintah puasat. Kita harapkan akan ada tim khusus dari pusat yang akan melakukan investigasi langsung kelapangan. Kami juga sudah berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” lanjut Helmi.
Selain itu, Helmi juga meminta perusahaan tambang di Aceh Barat segera taubat dari tindakan zalim merusak lingkungan yang merugikan masyarakat lokal dan silahkan dengar dan penuhi aspirasi masyarakat lokal.
“Negara kita menjunjung tinggi Supremasi Hukum, perusahaan sekuat apapun tidak bisa semena-mena melawan konstitusi dan perundang-undangan, segera bertaubat, buka mata serta telinga, dengar dan lihat keluhan masyarakat. Kami yakin Bapak Jokowi masih bersama Rakyat,” tutup Helmi
Sebelumnya, Pemerintahan mahasiswa Universigas Teuku Umar sempat melakukan protes keras terhadap perusahaan tambang batu bara PT. Mifa Bersaudara terkait pencemaran lingkungan laut yang menyebabkan kerugian ekonomi terhadap para nelayan lokal di Aceh Barat.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *