Ada Delapan Prioritas Pembangunan di Sabang

Oleh: R. Ardha

AGN.SABANG – Untuk tahun 2021 Pemerintah Kota Sabang akan mengangkat delapan prioritas pembangunan di Kota Sabang.

Dari 8 prioritas tersebut ditujukan pada  37 sasaran dan 95 indikator sasaran, dengan tujuan utama, pementapan dan pendayagunaan potensi unggulan melalui kemandirian masyarakat.

Dan pembangunan ini nantinya berbasis pada kerifan lokal yang menuju kesejahteraan berkeadilan dan berdaya saing.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Sabang, Drs. Suradji Junus, pada rapat konsultasi publik rancangan awal RKPK Sabang tahun 2021, di aula BAPPEDA Sabang, Kamis (13/2).

Disebutkan, delapan prioritas pembangunan dengan 37 sasaran dan 95 indikator sasaran, akan menjadi konsen pemerintah, dalam peningkatan potensi Kota Sabang tahun 2021.

Adapun delapan prioritas pembanguanan dimaksud meliputi, peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan syariat islam, peningkatan kualitas hidup melalui pengurangan kemiskinan dan pengangguran, perbaikan kesejahteran masyarakat melalui peningkatan nilai tambah jasa produktif, perikanan, pertanian dan perdagangan serta industri.

Selanjutnya, pemerintah Kota Sabang juga akan mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan infrastruktur dasar, pengelolaan SDA berkelanjutan, penguatan tata kelola birokrasi pemeritahan dan yang terakhir peningkatan kemandirian daerah dengan peningkatan PAD.

Lebih lanjut dikatakannya, penyusunan RKPK tahun 2021 ini juga mengacu pada perencanaan pembangunan nasional, yang berpedoman pada arah pembangunan berdasarkan RPJPD Sabang dan RPJM Kota Sabang tahun 2017- 2022.

“Mengacu pada sistem perencanaan pembangunan nasional, maka RKPK 2021 merujuk pada dokumen RPJP dan RPJM Nasional, RKP tahun 2021, RPJP dan RPJM Aceh, dengan berpedoman pada arah pembangunan berdasarkan RPJPD Sabang dan RPJM Kota Sabang tahun 2017- 2022.” sebutnya.

Karenanya, ia juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan, untuk berfikiran terbuka, memiliki visi ke depan, terintegratif dan inovatif.

Sehingga permasalahan masyarakat melalui Musrenbang gampong dan kecamatan dapat terjawab, dan perencanaan benar- benar berawal dari masyarakat dan untuk masyarakat itu sendmiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares