Razuardi Berhasil Penuhi Target Serapan Anggaran BPKS Capai 83,12 Persen

Oleh: A. Handayani

AGN.BANDA ACEH  – Pencapaian prestasi patut diapresiasi untuk Plt Kepala BPKS Razuardi yang telah berhasil penuhi target dalam pencapaian realisasi serapan anggaran.

Dalam laporannya, tercatat realisasi serapan anggaran 2019, mencapai 83,12 persen atau setara Rp184 miliar dari pagu sebesar Rp 221,4 miliar.

“Alhamdulillah, pencapaian realisasi ini dapat terpenuhi sesuai harapan kita. Jumlah ini meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun anggaran 2018 sebelumnya.

BPKS di tahun 2018 realisasi serapan  anggarannya hanya  68,01 persen atau

senilai Rp152 miliar,” sebut Plt Kepala BPKS Razuardi Ibrahim kepada Rakyat Aceh, Kamis (26/12).

Menurutnya, semua pencapaian tersebut buah dari kerjasama komitmen dan kesungguhan manajemen BPKS serta dukungan berbagai pihak.

Prestasi itu juga bukti keseriusan dalam mengelola anggaran BPKS dari berbagai sektor, walaupun dalam pelaksanaan seluruh kegiatan baru bisa dilaksanakan optimal pada pertengahan tahun 2019.

Razuardi menguraikan, selama ia memimpin berbagai persoalan internal terus dibenahi, baik administrasi, keuangan, progres pembangunan fisik dan non fisik, hingga pembenahan SDM BPKS.

Sehingga menurut birokrat berpengalaman ini, dalam mengelola BPKS Sabang tidaklah segampang yang dibayangkan banyak orang.

“Sekarang ini ada orang yang pandainya hanya cakap saja dan sengaja mencari-cari kesalahan orang, tapi bagi saya pribadi yang terpenting dari itu adalah niat atau nawaitu kita berbuat yang terbaik dan terus bekerja dengan ikhlas sesuai amanah diberikan kepada kita,”

kata Razuardi, lelaki eksentrik yang biasa disapa Essex itu.

Lebih lanjut dikatakan, selama sekitar satu tahun memimpin BPKS, Razuardi mengaku sudah membenahi penyelenggaran kegiatan perkantoran sejak 16 januari 2019. Meskipun dalam penerimaan tugas tidak disertai batasan  wilayah kerja, dia melihat ada empat kelompok tugas asministratif yang perlu segera disikapi saat itu.

Pertama, jelas Razuardi, yaitu pelayanan administrasi perkantoran, kedua, penyelesaian kegiatan terblokir, ketiga, percepatan pembangunan pelabuhan balohan, dan keempat pensertifikasian lahan yang diadakan pada masa sebelumnya.

“Meskipun masih banyak kendala yang dihadapi, alhamdulillah kerjasama tim sudah menunjukkan hasil, minimal sebagai format penyelesaian lanjutan,”

ujarnya.

Selama memimpin BPKS, kegiatan apa saja yang sudah Anda eksplor bersama tim? Essex menjelaskan timnya sudah menyelesaikan berbagai kegiatan yang masih terblokir di DJA melalui pembahasan teknis anggaran. Ini diawali dengan penyelesaian pemblokiran kegiatan Sabang Marine Festival (SMF), juga merupakan agenda nasional yang melibatkan tiga negara, Indonesia-Malaysia-Thailand. “Setelah itu disusul dengan penyelesaian pemblokiran kegiatan lainnya,” kata Razuardi.

Dia juga mengulas perjalanan pembangunan Pelabuhan Balohan Sabang yang pada awal Januari 2019 baru terealisasi sekitar 27 persen. Peningkatan progres ini, kata dia, dilakukan melalui pembenahan manajemen pelaksana dan koordinasi teknis bersama instansi berwenang pada Pemerintah Aceh. “Jadi, sekalu lagi patut kita ucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, per Desember 2019 capaiannya pasti sudah 85 persen.”

Selain bicara pembangunan fisik, Razuardi juga membahas soal pelayanan aktivitas perkantoran. Hasilnya, Administrasi Keuangan Bersama (AKB) Kanwil Pembendaharaan Aceh, Lalu Lintas Persuratan, Kegiatan Teknis Perbelanjaan, dan kegiatan lain sudah mulai berjalan semakin membaik.

Bahkan, soal pensertifikasian lahan aset BPKS, sesuai arahan  Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN),  melalui penyusunan cara kerja efektif melengkapi administrasi pendukung keberadaan lahan, dengan target 1303 persil pada 2019, tim kerja mampu memenuhi harapan itu. “Prestasi ini ditandai dengan perolehan apresiasi nasional untuk BPKS Sabang.

Kita juga memberi apresiasi kepada berbagai pihak, khususnya akademisi, agar berbagai masukan yang diberikan dapat dijadikan acuan terhadap penentuan kepala BPKS definitif yang lebih cemerlang dalam menggerakkan ekonomi kawasan ke depannya nanti.” tutup Razuardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares