Kasus Narkoba di Sabang Tahun 2019 Meningkat

Oleh: Windi

AGN.SABANG – Kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Sabang mengalami peningkatan signifikan sejak Januari hingga Desember 2019, tercatat ada 27 kasus.
Berbeda halnya pada tahun 2018, kasus penyalahgunaan narkoba hanya 19 kasus.
Bahkan untuk peringkat di Aceh, Kota Sabang masuk dalam peringkat 10 dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Demikian dikatakan Kapolres Sabang, AKBP Muhammadun, melalui Kasat Narkoba, Iptu Sunardi SH dalam konferensi Pers, di aula Mapolres Sabang, Selasa (10/12).
Menurutnya, bila dilihat secara besar wilayah, Kota Sabang yang hanya memiliki dua kecamatan termasuk daerah rawan terhadap narkoba.

 


Namun, dari hasil pengungkapan kasus tersebut, pada umumnya tersangka yang terlibat langsung baik sebagai pengedar ataupun pemakai adalah warga pendatang berasal dari luar Sabang.
“Seperti baru-baru ini, kita berhasil penangkap dan mengungkap kasus pengedaran narkoba jenis sabu.
Ada enam orang tersangka, dua diantaranya merupakan anggota Polres Sabang dan empat orang lainnya dari warga sipil.
Namun ada hal yang tidak kita duga dari penangkapan tersangka, barang bukti sabu yang kita temukan berwarna pink atau merah jambu.
Pastinya ini merupakan temuan sabu terbaru, karena setelah kita melakukan kordinasi dengan bagian narkoba Polda, mereka juga heran terhadap barang bukti yang kita temukan berwarna pink,” ungkap Kasat Narkoba Sunardi.
Dijelaskan, temuan narkoba jenis sabu pink ini berawal dari penangkapan 4 orang tersangka pengedaran dan penyalahgunaan narkoba pada Selasa 26 November 2019, sekitar pukul 22.30 WIB, di sebuah penginapan di jalan Yossudarso, jurong M.Thaib Gampong Kuta Ateuh Kecamatan Sukakarya Sabang.
Dari laporan masyarakat penginapan tersebut dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika dan benar saat dilakukan pengeladahan disalah satu kamar dua tersangka atas nama Hendri Hakim bin Nasaruddin dan Supriadi alias Budi bin Alm Ramli, sedang asik pesta sabu.

 


Dimana diketahui barang haram tersebut diperoleh dari tersangka Munzirman bin Abdurahman.
Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti berupa tiga bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik warna putih bening di dalam kotak rokok Sampoerna Mild warna putih yang terletak di sudut kamar, dua buah pipet plastik warna putih, satu buah kaca poling yang berisikan sisa narkotika jenis sabu, dua buah pipet plastik warna putih bening yang sudah dirangkai, satu unit telepon genggam merk Samsung warna putih , satu unit telepon genggam merk Nokia warna merah, dan satu unit sepeda motor Merk Yamaha Type R15 warna putih hitam nomor polisi BL 4475 KAB.

“Pada saat itu Supriadi alias Budi mengakui bahwa barang tersebut miliknya dan dan telah dipergunakan bersama dengan Hendri Hakim dan saat itu Supriadi alias Budi mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan tersebut adalah miliknya kemudian tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Sat Narkoba Polres Sabang guna penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara penangkapan terpisah terhadap dua anggota Polres Sabang terjadi pada Senin 2 Desember 2019, sekira pukul 10.50 WIB, di barak lajang  Asrama Polisi, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya Sabang.
Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Iptu Sunardi, SH didampingi oleh Ps.Kasi Propam Polres Sabang Bripka Dekki Irawan.

Dari tangan tersangka berhasil ditemukan barang bukti berupa 1 satu buah kotak kaleng rokok magnum warna hitam yang berisikan 2 bungkus plastik warna putih bening yang berisikan sisa-sisa narkotika jenis sabu, satu buah kaca polling yang berisikan sisa-sisa narkotika jenis sabu, satu buah bong yang terbuat dari botol air mineral ukuran gelas merk Cleo sudah terpasang pipet, tiga buah sumbu yang terbuat dari cotton buds dan timah rokok, enam buah pipet plastik warna putih bening.

“Saat penangkapan itu, kedua tersangka mengakui memakai dan barang bukti yang ditemukan merupakan miliknya. Bahkan keduannya juga mengakui bahwasannya pada hari Jum’at 29 November 2019, sekira pukul 19.30 WIB, juga ada menggunakan narkotika jenis sabu secara bersama-sama,” sebutnya.

Untuk proses lebih lanjut, keduanya  dipersangkakan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu pasal 112 ayat (2) jo pasal 127 ayat (1) huruf a, uandang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 55 ayat (1) huruf 1e KUHP.

Unsur pasal 112ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000,00 (delapan milyar rupiah), dan unsur pasal 127 ayat(1) huruf a, UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares